Namrudz dan putrinya Ra'dhah duduk menyksikan pelemparan Nabi Ibrahim AS, ke dalam api. Putri Namrudz berdiri di suatu tempat tinggi menyaksikan Nabi Ibrahim berada dalam api, tetapi tidak terbakar.
"Wahai Ibrahim, mengapa api tidak membakar tubuhmu?" tanya Ra'dhah penuh rasa heran.
"Barangsiapa yang lisannya mengucapkan Bismillah ar-Rahman ar-Rahim dan hatinya mengenal Allah, ia tidak akan terbakar api," jawab bapak para nabi itu.
"Aku ingin bersamamu"
"Katakanlah bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Ibrahim kekasih (al-khalil) Allah. Lalu, masuklah ke dalam api,"
Ra'dhah melangkahkan kaki ke dalam api dan menyatakan keimanannya. Kemudian, ia keluar dari kobaran api dengan selamat.
Namrudz teramat heran menyaksikan peristiwa ini. Namrudz khawatir akan posisi dan kekuasaannya karena keislaman Ra'dhah. Ia menasihati putrinya agar meninggalkan agama Nabi Ibrahim AS. Akan tetapi, putrinya besikeras menulak. Namrudz gusar dan memerintahkan para pengawal menyalib Ra'dhah di bawah terik sinar matahari.
Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang berfirman kepada Jibril, "Bebaskanlah hamba-Ku."
Jibril menyelamatkan Ra'dhah dari kematian dan mengantarkannya ke hadapan Nabi Ibrahim AS.
Ra'dhah menjadi pengikut setia dalam menghadapi berbagi kesulitan. Nabi Ibrahim menikahkannya dengan seorang putra belia. Allah SWT mengaruiakan beberapa orang putra darinya dan semuanya menjadi nabi.
(Dikutip dari buku Kisah Bismillah hingga Al-Fatihah)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar