Nafas adalah anugrah terbesar yang Allah SWT berikan kepada makhluk hidup ciptaan Nya namun hal ini juga kelak akan diambil olehnya. Kini khususnya manusia yaitu makhluk yang mulia tinggal menunggu kapan dan bagaimana nafas ini di ambil oleh Allah Sang Pencipta Nafas.
Dunia kini semakin sesak dengan polusi dan bau-bau kehancuran yang kian merajalela di seantero belahan dunia. Bencana seakan-akan mencari tumbal untuk kepuasannya. Di sana-sini terdengar teriakan-teriakan pilu menggema di setiap gang yang gelap lagi sunyi. Kehidupan kian menyiksa setiap pandangan yang kemudian menyisakan kenangan duka untuk hati....tak mengertikah kita akan hal ini?
Penelitian yang termoderen mulai membuktikan ketidak stabilannya medan magnet bumi yang kini mulai bergeser ke arah yang berlawanan. Apakah ini tanda akhir zaman? Pertanyaan itu tentunya yang menjadi topik utama dalam fenomena ini.
Semua ciptaan Allah tentu memiliki batas waktunya, begitu juga dengan bumi, ada waktunya bumi juga akan berakhir. Fenomena-fenomena alam yang kian muncul mengingatkan kita akan tanda tanda akhir zaman yang di gambarkan oleh Ayat-ayat Al Quran dan Hadits Nabi.
Kehidupan dunia hanyalah tempat kita bersinggah untuk beristirahat sejenak dan setelah itu kita wajib melanjutkan perjalanan kita menuju Akhirat yang Abadi......
Semoga artikel ini memberikan manfaat untuk kita dalam mempersiapkan diri menghadap Illahi Rabbi.....wassalam
Rabu, 21 Desember 2016
Dunia Hanyalah Sementara
Senin, 08 Agustus 2016
Ampuni dosaku
Sejauh apapun aku berusaha tapi tetap saja aku manusia biasa yang tak luput dari noda, khilaf dan dosa. Hari ke hari setitik demi setitik dosa bermunculan, bergabung membentuk sebuah keburukan yang pasti sangat dibenci oleh Allah. Ingin sekali aku keluar dari belenggu dosa yang tak kunjung berhenti merantaiku dan menyeretku kehadapan si perusak kebaikan yaitu syaitan laknatullah. Dosa karena nafsu yang haus akan kekuasaan dunia yang berlimpah ruah kesenangan, wanita, harta, keangkuhan dan kesombongan sebagai hiasan dunia yang hanya merupakan tipuan semata. Ya Rabb apakah dosaku bisa di ampuni? Bagaimana caranya aku keluar dari belenggu syaitan? Bantu aku ya Allah, ku harap semua derita dosa yang saat ini ku alami merupakan ujian dan teguran untukku memperbaiki dan membenahi diri, bukanlah sebuah azab karena kemurkaanmu. Ya Allah mulai detik ini hamba bersungguh sungguh ingin belajar dan berusaha untuk keluar dari hitamnya dosa. Ya Allah bantu dan bimbing hamba menuju jalan yang diridhoi Mu, jika derita dosa ini adalah penghalang kebahagiaan hamba, mulai saat ini hamba ingin membenahi diri, untuk itu tunjukan kekuasaanmu, wujudkan impian hamba meraih kebahagiaan hamba supaya hamba yakin semua yang terjadi kemarin adalah kekeliruan dan kesalahan hamba. Bantu Hamba Ya Allah ....amin
Senin, 25 Juli 2016
Allah dan kebahagiaan
Di suatu ketika Allah memanggil ketiga Malaikat Nya untuk diberi tugas. Allah menyuruh ketiga malaikat itu turun ke bumi untuk meletakan KEBAHAGIAAN di tempat yang aman dan damai, namun tempat tersebut tidak boleh sukar dan tidak boleh mudah dijangkau. Ketiga malaikat itu kemudian menyanggupi perintah Allah.
Berangkatlah ketiga malaikat itu menuju bumi dan setibanya di bumi malaikat pertama berkata "mari kita sembunyikan kebahagiaan itu di puncak gunung tertinggi atau di dasar samudra yang dalam agar tak satu pun manusia dapat menemukannya dan hanya orang yang kuat yang dapat mengambilnya". Malaikat kedua dan ketiga tidak menyetujuinya dan berkata malaikat ketiga "itu terlalu sulit, manusia tidak mungkin menjangkau letak kebahagiaan itu". Malaikat kedua kemudian mengusulkan"bagaimana jika kita menaruhnya di dalam rumah agar setiap manusia selalu dalam kebahagiaan di saat dia di rumah ". Namun malaikat ke tiga lagi-lagi tidak menyetujuinya dan dia berkata "itu terlalu mudah sehingga manusia dapat kapan saja mengambilnya, yang ditakutkan adalah karena begitu mudahnya maka manusia akan menyalahgunakan kebahagiaan itu". Berjalan mereka mengintari bumi, ketika malaikan ketiga melihat ada seorang anak kecil yang tertidur pulas. Malaikat ketiga menghentikan langkah kedua temannya seraya berkata "aku sudah temukan tempat yang tepat untuk meletakan kebahagiaan itu " ke dua malaikat yang pendapatnya tidak di setujui kemudian bertanya "dimana tempat yang tepat itu?". Malaikat ketiga lalu menunjuk ke arah anak kecil itu, lalu bertanya lagi malaikat pertama "di bagian mana kita harus meletakannya". Jawab malaikat ketiga"di dalam hati yang dalam dan bersih, karena hanya disitulah tempat yang tidak medah dan tidak sulit untuk di jangkau, hanya dengan ketenangan, ketulusan, dan keikhlasan serta rasa sukur kehadirat Illahi lah yang mampu membuat manusia merasakan kebahagiaan"
The and
By Jufrisal Hasan